Dewatangkas – Damian Lillard kembali membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu penembak jarak jauh terbaik dalam sejarah NBA. Meski belum tampil di musim reguler karena masih dalam tahap pemulihan cedera, bintang milik Portland Trail Blazers itu sukses merebut gelar juara Kontes Tripoin 2026. Ajang bergengsi tersebut berlangsung pada Sabtu (14/2) di Intuit Dome, Los Angeles, dan menjadi panggung kebangkitan bagi sang shooter elite.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar hiburan All-Star. Sebaliknya, trofi tersebut menjadi simbol mentalitas baja Lillard setelah melewati masa sulit akibat cedera Achilles. Dengan performa impresif di babak final, Lillard sukses menegaskan statusnya sebagai spesialis tembakan tiga angka.
Bangkit dari Cedera, Damian Lillard Tampil Percaya Diri
Damian Lillard memang belum kembali bermain di kompetisi reguler musim ini. Namun demikian, ia tetap menunjukkan kesiapan fisik dan mentalnya di ajang Kontes Tripoin 2026. Cedera Achilles yang dialaminya pada playoff musim lalu tidak sedikit pun meruntuhkan rasa percaya dirinya.
Sebaliknya, Lillard justru memanfaatkan masa pemulihan untuk mengasah kembali akurasi tembakannya. Ia datang ke Los Angeles dengan satu misi: membayar kegagalan musim sebelumnya dan kembali menjadi raja tripoin.
“Saya datang dengan percaya diri dalam kondisi prima tidak perlu bermain selama 40 atau 35 menit. Setelah setahun absen, pikiran dan tubuh saya menjadi lebih segar. Saya datang dengan semangat untuk melakukannya,” ujar Lillard usai pertandingan.
Pernyataan tersebut mencerminkan fokus dan kesiapan mentalnya. Ia tidak menjadikan cedera sebagai alasan, melainkan sebagai motivasi tambahan.
Perjalanan Damian Lillard Menuju Final Kontes Tripoin 2026
Pada babak penyisihan, Lillard langsung tampil tajam. Ia mencetak 27 poin, angka yang menyamai perolehan Kon Knueppel. Sementara itu, Devin Booker tampil sebagai yang terbaik di fase awal dengan torehan 30 poin.
Persaingan berlangsung ketat sejak awal. Selain tiga nama tersebut, tujuh pemain lain juga berpartisipasi dalam kontes ini. Mereka adalah:
- Donovan Mitchell (24 poin)
- Norman Powell (23 poin)
- Jamal Murray (nba player) (18 poin)
- Tyrese Maxey (17 poin)
- Bobby Portis (15 poin)
Meskipun persaingan ketat, Lillard tetap tampil konsisten. Ia menjaga ritme tembakannya dan memastikan dirinya masuk tiga besar untuk melaju ke final.
Final Spektakuler: 29 Poin dan Dominasi Total
Di babak final, Lillard meningkatkan intensitasnya. Ia mencetak 21 dari 27 tembakan, termasuk 1 dari 2 percobaan spesial “From the Logo” yang bernilai tiga poin tambahan. Total, ia mengumpulkan 29 poin — angka yang cukup untuk mengungguli Booker yang mencetak 27 poin dan Knueppel dengan 17 poin.
Ketajaman Lillard terlihat sejak rak pertama. Ia tidak membuang momentum dan langsung menemukan ritme tembakannya. Setiap bola yang dilepaskan terasa presisi. Bahkan, saat memasuki rak terakhir, atmosfer arena semakin panas karena ia berpeluang besar menyalip Booker.
Dengan satu tembakan penentu, Lillard memastikan gelar juara. Sorak sorai penonton di Intuit Dome pun pecah. Momen tersebut sekaligus menandai kebangkitan emosional seorang bintang yang baru saja melewati masa rehabilitasi panjang.
Tiga Gelar, Sejajar dengan Legenda NBA
Keberhasilan ini menjadi gelar ketiga Lillard di Kontes Tripoin. Sebelumnya, ia juga menjuarai edisi 2023 dan 2024. Dengan tambahan trofi tahun ini, Lillard resmi masuk dalam daftar elite pemain yang pernah meraih tiga gelar kontes tripoin.
Ia kini bersanding dengan legenda seperti Larry Bird, yang mencetak three-peat pada 1986–1988, serta Craig Hodges yang mendominasi awal 1990-an.
Prestasi tersebut semakin menegaskan reputasi Lillard sebagai salah satu shooter terbaik sepanjang masa. Ia tidak hanya dikenal sebagai clutch player, tetapi juga sebagai spesialis tembakan jarak jauh dengan konsistensi tinggi.
Kilas Balik Cedera dan Perjalanan Karier
Sebelum momen gemilang ini, Lillard sempat mengalami cobaan berat. Ia mengalami cedera Achilles pada Gim 4 ronde pertama Playoff NBA 2025 saat Milwaukee Bucks menghadapi Indiana Pacers.
Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi pada Mei. Tidak lama setelah itu, pada Juli, Bucks melepas Lillard melalui mekanisme stretch provision. Situasi tersebut sempat menimbulkan tanda tanya mengenai masa depannya.
Namun demikian, Lillard tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah berikutnya. Ia kembali bergabung dengan Portland Trail Blazers dengan kontrak tiga tahun senilai 42 juta dolar AS. Kepulangannya ke Portland menjadi cerita emosional tersendiri bagi para penggemar.
Kini, meski belum tampil di musim reguler, ia sudah memberikan sinyal kuat bahwa performanya tetap berada di level tertinggi.
Kontes Tripoin 2026: Lebih dari Sekadar Hiburan
Kontes Tripoin NBA memang selalu menjadi salah satu acara paling dinanti dalam rangkaian All-Star Weekend. Akan tetapi, edisi 2026 terasa lebih spesial karena menghadirkan kisah comeback seorang superstar.
Selain itu, persaingan generasi lama dan baru juga menjadi daya tarik tersendiri. Booker dan para shooter muda menunjukkan kualitasnya, tetapi pengalaman dan ketenangan Lillard menjadi pembeda utama.
Kemenangan ini sekaligus mengirim pesan kuat kepada liga. Damian Lillard belum selesai. Ia masih memiliki akurasi, mentalitas, dan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Apa Selanjutnya untuk Damian Lillard?
Dengan kondisi fisik yang terus membaik, banyak pihak menantikan kembalinya Lillard ke lapangan bersama Portland. Jika ia mampu mempertahankan akurasi dan kepercayaan diri seperti di Kontes Tripoin 2026, maka Blazers berpotensi mendapatkan tambahan energi besar di sisa musim.
Lebih jauh lagi, performa ini bisa menjadi fondasi bagi kebangkitan Portland di masa depan. Kehadiran Lillard tidak hanya memberi dampak teknis, tetapi juga motivasi bagi para pemain muda.
Sebagai penutup, kemenangan Damian Lillard di Kontes Tripoin 2026 bukan sekadar tambahan trofi. Ia menjadikannya simbol kebangkitan, konsistensi, dan dedikasi tanpa henti. Di tengah cedera dan ketidakpastian, Lillard memilih untuk tetap percaya diri — dan hasilnya, ia kembali berdiri di puncak sebagai raja tripoin NBA.
Dukung tim basket jagoan kamu hanya di Dewatangkas