Dewatangkas – Performa impresif kembali ditunjukkan oleh Tim Dewa United Banten dalam ajang Basketball Champions League Asia-East 2026. Meskipun sempat menelan satu kekalahan saat bertanding di Malaysia, tim asuhan Agusti Julbe Bosch tetap berhasil mengamankan posisi puncak klasemen Grup A. Hasil ini menegaskan konsistensi sekaligus mental kuat yang dimiliki skuad asal Indonesia tersebut.
Turnamen yang berlangsung di Arena Larkin Indoor Stadium, Johor Bahru, menjadi panggung penting bagi Dewa United untuk menunjukkan kualitas mereka di level Asia. Meski jadwal padat dan tekanan tinggi menghadang, mereka tetap mampu bersaing dan menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Kemenangan Dramatis Tim Dewa United atas Hi-Tech Basketball Club
Pada pertandingan pertama, Dewa United langsung menghadapi tantangan berat dari Hi-Tech Basketball Club. Laga yang berlangsung pada Rabu (15/4) berjalan sengit sejak awal. Dewa United tampil agresif dan sempat menguasai jalannya pertandingan dengan keunggulan besar.
Namun, Hi-Tech tidak tinggal diam. Mereka terus menekan hingga berhasil memangkas selisih poin secara signifikan. Bahkan, pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu (overtime) setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal.
Di momen krusial tersebut, Dewa United menunjukkan mental juara. Troy Gillenwater tampil luar biasa dengan mencetak 35 poin dan 7 rebound. Di sisi lain, Joshua Ibarra memberikan kontribusi besar melalui 24 poin dan 19 rebound.
Keduanya menjadi kunci kemenangan tim. Mereka secara aktif mengontrol permainan di overtime dan memastikan Dewa United keluar sebagai pemenang dengan skor 99-94. Menariknya, seluruh 14 poin Dewa United di babak tambahan waktu lahir dari duet ini. Mereka menutup laga dengan penuh determinasi sekaligus menyelamatkan tim dari situasi yang sempat berpotensi menjadi bencana.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor positif Dewa United menjadi tiga kemenangan beruntun di Grup A. Selain itu, mereka juga berhasil memberikan kekalahan kedua bagi Hi-Tech dalam fase grup.
Pelatih kepala Agusti Julbe Bosch pun langsung memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa timnya menunjukkan karakter kuat dan semangat juang tinggi hingga akhir pertandingan. Menurutnya, para pemain mampu meningkatkan performa di momen penentuan, sesuatu yang sangat penting dalam kompetisi seketat ini.
Tim Dewa United Tumbang Tipis dari Johor Southern Tigers
Meski tampil solid di laga pertama, Dewa United tidak mampu mempertahankan tren kemenangan saat menghadapi tuan rumah Johor Southern Tigers pada Kamis (16/4). Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Dewa United harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 90-87.
Sejak awal laga, Johor Southern Tigers bermain dengan penuh percaya diri. Mereka bahkan sempat unggul hingga 19 poin, memanfaatkan dukungan penuh dari publik tuan rumah. Namun demikian, Dewa United tidak menyerah begitu saja.
Secara bertahap, mereka bangkit dan berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan, Dewa United sempat membalikkan keadaan dan memimpin di kuarter keempat. Sayangnya, di momen akhir pertandingan, Johor mampu menunjukkan ketenangan yang lebih baik.
Melalui permainan kolektif yang solid, mereka kembali merebut keunggulan dan menutup laga dengan kemenangan dramatis. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Johor Southern Tigers di ajang BCL Asia-East 2026.
Faktor Kelelahan Tim Dewa United Jadi Tantangan
Setelah pertandingan, Agusti Julbe Bosch secara terbuka mengakui bahwa jadwal padat turut memengaruhi performa timnya. Ia menyoroti kondisi fisik pemain yang harus menjalani laga beruntun dalam waktu singkat.
Meski begitu, ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kekalahan. Ia justru menekankan pentingnya kesiapan tim dalam menghadapi situasi seperti ini, terutama karena mereka juga terbiasa bermain di jadwal padat dalam kompetisi domestik.
Pendekatan ini menunjukkan mentalitas profesional yang terus dibangun oleh Dewa United. Mereka tidak larut dalam kekalahan, melainkan fokus pada evaluasi dan perbaikan untuk pertandingan selanjutnya.
Tetap Kokoh di Puncak Klasemen
Terlepas dari kekalahan tersebut, Dewa United tetap berada di posisi teratas klasemen Grup A dengan catatan 3 kemenangan dan 1 kekalahan. Posisi ini membuat mereka berada di jalur yang sangat baik untuk melangkah ke fase berikutnya.
Selain itu, hasil pertandingan terakhir antara Hi-Tech Basketball Club dan Johor Southern Tigers tidak lagi memengaruhi posisi Dewa United. Keunggulan jumlah kemenangan membuat mereka tetap aman di puncak klasemen.
Kondisi ini tentu menjadi keuntungan besar. Dewa United kini memiliki ruang untuk mengatur strategi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi fase selanjutnya dengan lebih matang.
Fokus ke Bangkok dan IBL 2026
Setelah menyelesaikan seri di Malaysia, Dewa United langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya yang akan digelar di Bangkok pada 30 April hingga 2 Mei 2026. Turnamen ini akan menjadi lanjutan penting dalam perjalanan mereka di kompetisi Asia.
Namun sebelum itu, mereka harus kembali menghadapi tantangan di kompetisi domestik, yakni Indonesian Basketball League 2026. Dalam waktu dekat, Dewa United dijadwalkan menjalani tiga pertandingan krusial.
Mereka akan menghadapi Hangtuah Jakarta pada 19 April, kemudian bertemu RANS Simba Bogor sehari setelahnya, dan melawan Rajawali Medan di laga berikutnya.
Jadwal padat ini jelas menjadi ujian tersendiri bagi konsistensi tim. Namun, jika melihat performa mereka sejauh ini, Dewa United memiliki modal kuat untuk tetap kompetitif di dua ajang sekaligus.
Konsistensi Jadi Kunci
Keberhasilan Dewa United mempertahankan posisi puncak klasemen tidak lepas dari konsistensi performa dan kontribusi merata dari para pemain. Mereka tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain, tetapi membangun kekuatan tim secara kolektif.
Selain itu, kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan juga menjadi faktor penting. Baik saat menghadapi situasi sulit melawan Hi-Tech maupun ketika tertinggal dari Johor, Dewa United selalu menunjukkan semangat juang tinggi.
Jika mereka mampu menjaga konsistensi ini, peluang untuk melangkah lebih jauh di BCL Asia-East 2026 tentu semakin terbuka lebar.
Penutup
Meski sempat tersandung di Malaysia, Dewa United Banten tetap membuktikan diri sebagai salah satu tim terkuat di Grup A. Dengan kombinasi kualitas individu, strategi matang, dan mentalitas tangguh, mereka berhasil menjaga posisi puncak klasemen.
Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Dengan jadwal yang padat di level domestik dan internasional, Dewa United harus terus menjaga fokus dan kebugaran pemain. Jika berhasil melewati fase ini dengan baik, bukan tidak mungkin mereka akan mencatatkan sejarah baru di kancah basket Asia.